Jumat, 11 Oktober 2013

Rifle Reports: A Story of Indonesia Independence


Judul: Rifle Reports
A Story of Indonesian Independence
Penulis: Mary Margaret Steedly
Hardcover, 414 halaman
ISBN: 9780520274860
Terbit May 2013

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda . Lima tahun kemudian , Republik Indonesia diakui sebagai negara kesatuan , berdaulat . Periode di antara adalah waktu aspirasi , mobilisasi , dan kekerasan , di mana nasionalis berjuang untuk mengusir Belanda sementara juga mencoba untuk datang untuk mengatasi dengan arti " kemerdekaan. " Laporan Rifle merupakan sejarah etnografi ini waktu yang luar biasa seperti itu dialami di pinggiran bangsa Batak Karo desa di dataran tinggi pedesaan Sumatera Utara . Berdasarkan wawancara ekstensif dan percakapan dengan veteran Karo , Laporan Rifle merajut kenangan pribadi dan keluarga , lagu dan cerita , memoar dan sejarah lokal , foto, dan monumen , untuk melacak cara beragam kusut dan mungkin tidak sepenuhnya dipahami bahwa perempuan dan laki-laki Karo berkontribusi pendirian bangsa Indonesia . Rute mereka mengikuti yang berbeda , sulit, kadang-kadang goyah , dan jarang jelas, tetapi mereka jelas ditandai dengan tanda-tanda gender. Ini studi historis inovatif nasionalisme dan dekolonisasi adalah eksplorasi antropologis dari gendering pengalaman perang , serta penyelidikan ke dalam pekerjaan mendongeng sebagai praktek memori dan genre etnografi.


Sumber: http://www.ucpress.edu/book.php?isbn=9780520274860

Kamis, 10 Oktober 2013

Breath Becomes the Wind: Old and New in Karo Religion

Siapa Karo itu? Mereka adalah orang-orang dari dataran tinggi Sumatera Utara. Dari beberapa masa kehidupan mereka telah mengalami penjajahan Belanda, invasi oleh Jepang, revolusi, dan munculnya Republik modern Indonesia. Dalam penelitian ini agama Karo, Simon Rae menunjukkan bagaimana ia telah mengungkapkan identitas Karo, bagaimana orang-orang telah merespon perubahan, dan seberapa dekat ikatan yang mengikat mereka ke tanah mereka.
Penulis: Simon Rae
 
ISBN-13: 9780908569618

Nande Kang Maka Nande


Sebuah kumpulan cerita pendek dari Pdt DR G.Y.S Meliala yang dijilid menjadi sebuah buku kecil. Ada delapan cerpen yang ditulis dalam bahasa Karo ini, yakni:
1. Nande Kang Nge Maka Nande
2. Bibi Pe Ikut Ndameken
3. Lagu Dangdut ras Duri Ikan
4. Biangna Pe Jadi Kristen
5. Tangke Jambe Ras Takal Manuk Jadi Saksi
6. Medan Jadi Kota Tarigan
7. Nimai Musim Durin Erbuah
8. Ikur Menci Asa Buah Cimen

Penerbit : Ulih Saber, Medan
Penulis : Pdt DR G.Y.S Meliala
Tahun : 1995
Halaman : 56

Selasa, 13 Agustus 2013

Sedjarah Batak Karo: Seboeah Soembangan


Johann Heinrich Neumann (J.H. Neumann) salah seorang missionaris Belanda yang banyak menulis tentang Karo, baik dalam jurnal-jurnal maupun buku, salah satunya adalah Sedjarah Batak Karo Seboeah Soembangan dirilis Balai Pustaka bertahun 1926, dan sudah ditulis ulang beberapa kali. Buku ini mencoba merunut asal usul merga-merga suku Karo berdasarkan folklore masa-masa tugasnya. Ia menghabiskan hidupnya di Karo, hingga sampai wafat tahun 1949, namanya diabadikan di sebuah perguruan tinggi yang dikelola GBKP. Selain buku ia juga menulis kamus Karo-Belanda di masa-masa tugasnya di dataran tinggi Karo.

Untuk mendownload buku sejarah Batak Karo sebuah sumbangan J.H. Neumann, klik   disini: http://opac.pnri.go.id/uploadedfile/manuskrip/b%203401%20no%2012/index.html

Minggu, 28 Oktober 2012

Era Pentakostalisme

Edi Suranta Ginting, MTh banyak menulis buku mengenai kontekstual iman kristen, perkembangan kekristenan serta berbagai dogma-dogma ajaran kristen. Sebagai hamba Tuhan di Gereja Injili  Karo Indonesia, tulisannya sedikit banyaknya dipengaruhi oleh pengalamannya menjadi pengajar di Institut Alkitab Tiranus di Bandung.

Era Pentakostalisme salah satu buku yang mengurai mengenai era dalam kekristenan yang dibagi ke dalam beberapa mazhab, yakni: Era Bapa Rasuli, Era Nestorianisme, Era Pietisme, dan yang terakhir disebut sebagai Era Pentakostalisme. Era Pentakostalisme merupakan gerakan yang dimotori dari aliran kharismatik yang berkembang pesat di seluruh dunia, dimana menurutnya era ini cukup   menonjol kalaupun tidak dibilang dominan dalam perkembangannya termasuk di Indonesia. Sekalipun Injili merupakan bagian dari gereja Kharismatik, di bagian penutup penulis menyebutkan agak terlalu dini menyebut sekarang ini sebagai era Pentakostalisme. Keraguan ini, juga dibarengi kurangnya data-data aktual mengenai data perkembangan gerakan Pentakosta terutama di Indonesia, karena minim sekali sajian angka statistik sebagai penguat. 

Judul : Era Pentakostalisme
Penerbit : Terang Hidup
ISBN : 979-263598-X
Penulis: Edi Suranta Ginting, MTh
Halaman : 149
Cetakan  Pertama (2012)

Rabu, 22 Agustus 2012

Karo dari Zaman ke Zaman

Buku Karo dari Zaman ke Zaman tergolong lengkap di zamannya, ditulis oleh seorang jurnalis bernama Brahma Putro (K.S. Brahmana) di tahun 1995. Buku ini menguraikan berbagai sejarah tentang Karo khususnya mengenai kerajaan Haru, sejak awal mula hingga tahun 1539. Hal lain juga disinggung seperti sejarah merga Sembiring dan berbagai hal mengenai Karo masa lalu. 

Judul: Karo dari Zaman ke Zaman
Penulis: Brahma Putro
Halaman: 123
Penerbit : CV Ulih Saber, Medan
Tahun 1995

Link: http://www.scribd.com/doc/101813556/SEJARAH-KARO-DARI-ZAMAN-KE-ZAMAN-JILID-I

Jumat, 13 Juli 2012

Sejarah dan Kebudayaan Karo

Darwan dan Darwin adalah dua orang Karo bersaudara, sementara Prinst merupakan singkatan dari Peranginangin Sukatendel. Mereka tergolong cukup produktif menulis buku-buku tentang Karo, dimana karya terakhir Darwin Prinst adalah Kamus Besar Bahasa Karo. Sejarah dan Kebudayaan Karo merupakan kolaborasi antara Sarjana Hukum ini, namun sayang karya mereka sulit dicari sekarang.
Judul Buku:

Thn Terbit:

Sejarah dan Kebudayaan Karo

1984
Bahasa:Indonesia
ISBN:am113812w
Cover:Soft Cover
Kondisi:Bekas(Cukup)
Halaman:251
Berat Buku:240.00 (gram)
Dimensi(LxP):20,5X14,5

Senin, 28 Mei 2012

Pa Gasing ras Pa Belo



Buku kecil ini memuat tulisan 80 buah 'cakap jambur' dari majalah Maranatha yang dikumpulkan menjadi satu buku. Tulisan diperuntukkan menambah iman para pembaca dari segi iman kristiani. Pa Gasing dan Pa Belo merupakan rubrik teratur yang dimuat di Majalah Maranatha hingga tahun 2000-an yang ditulis oleh Pdt. DR. G.Y.S Meliala


Penerbit: Abdi Karya, Kabanjahe
Penulis: Pdt DR G.Y.S Meliala
Tahun : 2001
Halaman : 109

Rabu, 14 Desember 2011

Mengenal Suku Karo

Roberto Bangun (Alm) salah seorang tokoh masyarakat Karo pernah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari Golkar. Selain aktif menulis buku dan  di berbagai media beliau juga mengelola sekolah SMP, SMU Bangun yang berada di bilangan Jakarta Utara. Buku Mengenal Suku Karo merupakaan kumpulan beberapa tulisan dan tartikel yang dirangkum menjadi buku mengenai suku Karo, dimana satu benang merah dari buku ini menyatakan bahwa suku Karo bukan Batak.

Tebal     : 255 halaman





Sumpah Karolina

Jika jantung ini sesaat tanpa detak
Bukan karena ragaku sekarat
Sorot tajam mata elangmu
Betapa mengalahkan hujaman sipiso-piso
Pada kerasnya karang hatiku
Jika hujan panas dan topan
Mampu melapukkan kokohnya si waluh jabu
Namun anyaman cinta yang tersulam perlahan
Tak akan rentan oleh kejamnya jaman
Seperti sumpah yang terucap
Agar diri jauh dari la eradat
Dan diantara dogma yang tergenggam erat
Rengkuhanmu adalah hidupku sepanjang hayat


(Dewi Maharani)

SUMPAH KAROLINA
Penerbit: Gallery Ilmu

Klasifikasi: Novel
Berdasar skenario “ Oh. Impal…” karya Agung Waskito & El Manik, dinovelkan oleh Dewi Maharani.

“Satu hal yang harus kam ingat, aku ini orang Karo, dan aku beru Ginting!! Aku tak akan pernah melanggar sumpahku pada Ibu kandungku sendiri !!”
Meskipun sangat tidak setuju dan ingin sekali mengutarakan kebenaran, Karolina terpaksa harus bungkam. Kebenaran akhirnya memang terungkap. Nande , Ibunya, yang dianggap la eradat (tidak tahu adat), ternyata adalah seorang wanita mulia. Bagi masyarakat Karo, la eradat adalah sebutan untuk orang yang hina dan rendah.
 “Sumpah anak pada ibunya itu sakral. Ibaratnya, anak itu pemimpin, dan rakyat adalah ibu pertiwi; sumpah pemimpin pada rakyatnya harus dijunjung tinggi. Seandainya semua pejabat dan pemimpin di negeri ini menjunjung tinggi sumpah jabatannya, seperti sumpah Karolina pada ibunya, niscaya negeri ini akan makmur sentosa!”.

Selasa, 28 September 2010

Biografi Derom Bangun

Buku tentang biografi Derom Bangun baru saja dirilis toko Buku Gramedia berjudul Derom Bangun, Memoar "Duta Besar" Sawit Indonesia. Beberapa hari lalu muncul di advertorial harian Kompas. Derom Bangun seorang yang sudah malang melintang di dunia persawitan. Ketika CPO eksport dari Indonesia ditolak oleh Eropa, ia turun tangan dan akhirnya 'aman'. Mantan Ketua Gabungan Pengusaha  Kelapa Sawit Indonesia terakhir ditunjuk menjadi External Advisory Group oleh Bank Dunia. Setelah meraih gelar Ir dari ITB karirnya di mulai pada PT Socfindo, perkebunan sawit di Medan. Pria kelahiran desa Payung, Karo 16 Juni 1940 ini dikenal aktif dalam berbagai organisasi. Pernah menjabat wakil ketua  Kadin Sumut, Ketua PII Sumut 1996, dll. Seerta telah menyelesaikan pendidikan Manajemen pada MIT Cambridge USA. Ketika karirnya di Socfindo sebagai penasehat  Direksi, ia memilih pensiun dan medirikan perusahaan sendiri dengan nama PT Kinar Lapiga yang mengelola perkebunan sawit di Kec Salapian Kab Langkat serta pabrik pengolahannya sekaligus. Disamping itu beliau juga tercatat sebagai pimpinan PT Konsultan Tri Upaya.

Menikah dengan Dra Jendamita Br Sembiring dan dikarunia tiga orang anak. Tinggal di Jl Majapahit 28/136 Medan dan berkantor di Jl Merbabu No 34 B Medan. Pria yang aktif juga di kegiatan kerohanian ini biasa bergereja di jemaat GBKP Polonia ini memberikan pesan kepada orang muda: "Baurkan diri Anda dengan pemuda-pemudi dari suku lain agar merasa diri Anda sebagai Pemuda Indonesia dan akan diterima orang lain  sebagai pemuda Indonesia. Serta, tunjukkan kesediaan  berkorban lebih dahulu sebelum menarik hasil".

Senin, 30 Agustus 2010

The Early Years Of A Dutch Colonial Mission - The Karo Field

Rita Smith Kipp antropolog yang banyak mencurahkan perhatiannya di Karo. The Eraly Years Of A Dutch Colonial Mission adalah buku yang menguraikan penelitiannya di Karo pada masa-masa awal kolonial masuk di Suamtera Timur. Dataran tinggi Karo merupakan daerah perluasan yang diracanakan untuk kebun tembakau, setidaknya untuk membendung pengaruh Aceh di wilayah koloni perusaan perkebunan. Buku ini mendeskripsikan rentetan peristiwa perkebebunan tembakau yang dijuluki 'The Land of Dollars', juga menelusuri jejak-jejak missionaris seperti: Hendrik Kruyt, J.H Neumann, Jan Wijngaarden, Dina W. Guittard, Mein Joustra dst, yang memiliki peran besar merekrut Kristen Karo mula-mula.

Judul : The Early Years Of The Dutch Colonial Mission - The Karo Field
Penulis: Rita Smith Kipp
Penerbit : The University of Michigan, 1990
Halaman: 247
ISBN: 0-472-10176-5

Sabtu, 17 Juli 2010

Hanging Without a Rope

Buku antropologi tentang  Karo ditulis Mary Margareth Steedly seorang Guru Besar dari Princenton University, US. Buku ini mendeskripsikan masyarakat di dataran tinggi Karo mulai sejak pra kolonial, masa penjajahan dan setelah kemerdekaan. Berbagai aspek kehidupan disorot, seperti organisasi sosial, kepercayaan, sistem pasar/perdagangan yang masih barter. Penduduk membawa hasil bumi dari dataran tinggi ke dataran rendah (Medan) menempuh jalan setapak selama 6 hari dan menukarnya dengan garam, senapan, linen, dll. Mereka dikenal dengan sebutan Perlanja Sira. Para missionaris mulai memperkenalkan sistem pendidikan kepada penduduk di sana dengan mengajarkan baca tulis dan berhitung.


Judul : Hanging Without a Rope (Nggantung La Ertinali)
- Narrative Expeience in Colonial and Postcolonial Karoland -
Penulis: Mary Margaret Steedly
Penerbit: Princenton University Press, New Jersey
Tahun: 1993

Dissociated Identities

Rita Smith Kipp banyak meneliti dan menulis tentang Karo. Profesor dari University of Machigan, US ini, selain menulis buku Dissociated Identities juga menulis buku The Early Years of a Dutch Collonial Mission - The Karo Field. Bersama suaminya Richard Kipp yang juga seorang antropolog, menulis tentang perkembangan masyarakat Karo mula-mula. Dalam penelitiannya tentang Karo banyak dibantu oleh Amin Ridwan, Payung Bangun, Pdt. A Ginting Suka, dll. Dalam buku The Early Years of a Dutch Colonial, ia banyak menulis tentang sejarah penginjilan kepada masyarakat Karo dari Netherlands Zendeling Genootschap. Pada satu bagian ia menulis, bahwa penginjilan kepada Karo guna memperlunak perlawanan orang Karo kepada kolonial, di perusahaan tembakau. Buah penginjilaan itu adalah GBKP yang dahulu dikenal dengan Gereja Kristen Karo.

Judul : Dissociated Identities - Ethnicity, Religion, and Class in an Indonesian Society
Penulis: Rita Smith Kipp
Penerbit: University of Machigan Press, 1996

Rabu, 14 Juli 2010

Pertemuan Adat dan Injil

Buku Perjumpaan Adat Karo dan Injil karya Ev. Adil Sinulingga, SH, MA merupakan kritik tajam terhadap hal-hal berbau adat dalam kehidupan bergereja. Uis gara, uis dagangen dan berbagai hal tentang menyangkut budaya ditolak secara tegas dengan mengutip ayat-ayat dari firman Tuhan. Secara tidak langsung merupakan kritikan kepada warga jemaat GBKP, meskipun si penulis mengaku dahulunya adalah warga jemaat GBKP.

Judul: Perjumpaan Adat Karo dan Injil
Penulis: Ev. Adil Sinulingga, SH, MA

Benarkah Yesus Juru Selamat?

Elisa B Surbakti adalah seorang penulis produktif. Buku karyanya banyak mengenai  konseling dan teologi menyangkut relationship, keluarga dan sebagainya.  Selain BPK Gunung Mulia, buku-bukunya banya beredar hasil terbitan Gramedia group. Benarkah Yesus Juru Selamat Universal merupakan tulisan yang ditujukan kepada umat Kristiani yang 'menggugat'soal iman Kristen yang universal yang mengutip ayat-ayat dari Bibel.

Mendengar Suara Tuhan

Buku Mendengar Suara Tuhan adalah karya seorang penatua yang telah menempuh pendidikan di sebuah miniestries. Isi buku bercerita tentang kesaksian pribadi yang sarat dengan muzijat dari Tuhan, dan mengutip banyak ayat-ayat pendukung. Ibu Jendamita Sembiring juga pendiri rumah doa, Solagratia di Durin Simbelang - Sumatera Utara.  Buku ini diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia Jakarta.

Jumat, 15 Januari 2010

Cerita Rakyat Karo



Cerita Rakyat Karo merupakan sebuah buku kumpulan dongeng yang ditulis oleh Z. Pangaduan Lubis, berisi delapan buah cerita pendek yang diangkat dari cerita rakyat Karo. Masing-masing berjudul:
1. Tuan Bagunda Raja dan Manuk Nanggur Dawa
2. Asal Mula Padi
3. Si Jinaka
4. Guru Diden
5. Putri Ginting Pase
6. Dua Orang Pencuri
7. Si Aji Bonar dan
8. Guru Kandibata

Penerbit : Grasindo
Percetakan : Gramedia
Penulis : Z. Pangaduan Lubis
Tahun : Cetakan ke 2 Maret 1998
Halaman : 46
ISBN : 979-669-041-1

Majalah Simaka



Simaka adalah singkatan 'Komunikasi Masyarakat Karo' awalnya terbit di tahun 90-an di Kabanjahe dalam bentuk tabloid. Merupakan satu-satunya media Karo yang beredar luas di komunitas Karo terutama Sumatera Utara. Didirikan oleh keluarga Torong yang kini bermarkas di Tanjung Priok, Jakarta. Koran Simaka cukup dikenal sehingga ada lagu yang berjudul 'kuidah gambarndu ibas koran Simaka. Terbit sebulan sekali, meski kadang kurang teratur.

Penerbit : Yayasan Karya Mandiri
Tahun : 1990-an
Halaman: 68
Kontak: simakana@yahoo.co.id

Kamis, 14 Januari 2010

Tabloid Sora Mido


Sora Mido merupakan media Karo yang paling lama bertahan hidup di ibu kota Jakarta. Awalnya beredar di pertengahan 1990-an, masih terbit hingga saat ini meski pernah berhenti beberapa kali. Beritanya seputar masyarakat Karo di ibu kota maupun di daerah Sumatera Utara. Terbit sebulan sekali, yang bermarkas di Jl Jatiwaringin, Pondok Gede. GBR: Dua Pria Berkumis, Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Ketua DPD HMKI Sumut Dr. Supredo Sembiring dalam suatu acara di Senayan

Penerbit : Pustaka Sora Mido
ISSN : 0853-2109
Halaman : 12
Dicetak : Kesaint Blanc
Kontak: tabloidsoramido@yahoo.co.id

Jurnal Teologia Beras Piher



Jurnal Teologia Beras Piher diterbitkan oleh Moderamen GBKP yang berisi jurnal /tulisan-tulisan para pendeta GBKP dan pendeta dari gereja lainnya. Seperti: DR A.A. Yewangoe, Anggapen Gintings DPS, Djadiaman Peranginangin, DTh, Mindawati Peranginangin PhD, Pdt Ruben Bangun, Pdt Chrismas Barus dst. Terbit perdana di tahun 2004, meski sampai saat ini kurang teratur beredarnya.

Penerbit : Moderamen GBKP
ISSN : 1693-3788
Tahun : 2005
Halaman : 124

Media Kekelengen



Media Kekelengen adalah Majalah yang diterbitkan Permata Klasis Jakarta, terbit perdana Agustus 2000. Ini merupakan kepengurusan terakhir, jelang mekar menjadi klasis Jakarta Bandung dan Klasis Jakarta Palembang. Menampilkan wawancara DR Alamta Singarimbun dosen ITB yang consern dengan Permata. Selain itu ada tulisan, berita-berita serta ruang curhat bagi Permata.

Penerbit: Permata Klasis Jakarta
Tahun : Agustus 2000
Halaman : 24
Pimpinan : Hexa Tarigan

Majalah Geluh


Majalah Geluh awalnya diterbitkan oleh Permata Klasis Jakarta, yang kemudian setelah mekar menjadi dua klasis diteruskan oleh Permata Klasis Jakarta Palembang yang dimotori oleh Hexa Tarigan dkk. Isinya tentang kehidupan muda-mudi kristiani, budaya Karo, berita kegiatan Permata, serta artikel tentang pemuda gereja.

Penerbit: Permata Klasis Jakarta
Tahun: Terbit Perdana 1999
Halaman : 42

When a Man Lost a Woman


Apa yang dilakukan seorang pria bila kehilangan seorang yang ia kasihi? Tanyakan pada laki-laki itu tentang perihnya penghianatan, kau akan melihat kedua tangannya terkepal dan rahangnya mengerah karena amarah. Tetapi... tanyakan padanya , mengapa ia sudi dipecundangi cinta. Yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa. Menertawakan pertanyaanmu yang dianggap bodoh, lalu berkata,"Kalau kau pernah mengecap cinta, kau tak akan pernah bertanya."

Penerbit: Gagas Media
Penulis: Ita Sembiring
Tahun: Cetakan III, 2007
ISBN: 979-780-110-1
Halaman: 202
Kategori: Novel

Rabu, 13 Januari 2010

Orang Karo Diantara Orang Batak


Apakah suku Karo termasuk bagian dari Batak? Buku ini mengungkapkan beberapa catatan sejarah yang menunjukkan bahwa orang Karo itu berdiri sendiri, serta ada juga pendapat lain justru suku Karo campuran dari berbagai suku seperti India, Toba, Simalungun, Pak-pak dll. Buku ini juga memuat beberapa cacatan penting tentang eksistensi masyarakat Karo yang dijabarkan ke dalam XV bab.

BAGIAN I: 1. Asal Usul Orang Karo, 2.Kerajaan Haru dan Eksistensi Masyarakat Karo, 3. Guru Patimpus Pendiri Kota Medan, 4. Missionaris dan Kemajuan Etnis Karo, 5. Masyarakat Karo Pada Masa Penjajahan, 6. Pejuang Karo dan Lagu Oh, Turang, 7. Sejarah Terbentuknya Kabupaten Karo, 8. Pendidikan Masyarakat Karo, 9. Perlanja Sira dan Profesi Masyarakat Karo, 10. Masyarakat Karo dan Politik. BAGIAN II: 11. Sistem Kebudayaan Masyarakat Karo, 12. Marga Induk Suku Karo, 13. Masa Depan Kebudayaan Karo, 14. Orang Karo Diantara Orang Batak, 15. Marga-Marga Etnis Batak.

Penerbit: Pustaka Sora Mido
Penulis: Martin L. Peranginangin
Tahun: Maret 2004
Halaman: 185
ISBN: 979-97064-1-6
For Sale: Rp 50.000
(Luar daerah tambah ongkos kirim)

Sejarah Penginjilan Kepada Masyarakat Karo



Sebagai 'birokrat' di lingkungan GBKP, Dkn Em. P. Sinurayayang menjadi pengurus Moderamen sejak 1970-1989 ini, mengutip berbagai catatan-catan penting tentang sejarah penginjilan terhadap suku Karo. Mulai dari mula-mula hingga Sidang Sinode tahun 2000 di Sukamakmur. Catatan dilengkapi dengan gambar dan dirunut tahun per tahun yang dikumpulkan dari berkas peninggalan para missionaris terdahulu, serta catatan-catatan lainnya. Apa saja yang mereka lakukan dan bagaimana dinamika pada saat itu, ditulis dari waktu ke waktu.

Penerbit: Perc. Berkat Jaya, Medan
Penulis: Dkn. Em. P. Sinuraya
Tahun: November 2002
Halaman: 244

Apa dan Siapa Sejumlah Orang Karo


Buku 'Apa & Siapa Sejumlah Orang Karo' ini memuat profil dan wawancara sekilas beberapa tokoh dan pemerhati Karo dari berbagai latar belakang, seperti : Politisi, tokoh pendidikan, budayawan, pengusaha, seniman, olahragawan, serta orang-orang yang memiliki prestasi di bidangnya di era tahun 90-an. Profil disusun lengkap mulai data pribadi, alamat, telepon, riwayat karir dll.

Penerbit: TB Monoranta, Pulu Rakyat
Penulis:Robert Peranginangin
Tahun:1993
Halaman:157

Profil Rohaniawan GBKP


Buku Profil Rohaniawan GBKP merupakan hasil rangkuman yang diprakarsai oleh Robert Peranginangin, terhadap semua pendeta yang aktif dan telah pensiun waktu itu. Data pribadi serta beberapa opini serta wawancara menjadi bagian dari setiap lembaran prfil rohaniawan yang ditampilkan dalam buku ini. Selain itu riwayat pendidikan dan alamat serta jabatan yang diemban saat itu juga disajikan lengkap yang jumlahnya sekitar 200-an orang.

Penerbit: Karo Press
Penulis: Robert Peranginangin
Tahun: 2002
Halaman: 262

Biografi K. Pri Bangun


Di era tahun 1990-an nama Kontan Bangun yang lebih populer dipanggil DR. K. Pri Bangun adalah sosok pengusaha Karo yang paling menonjol saat itu, keluar dari dinas militer ia membangun kelompok bisnis Tranka Kabel. Banyak warga Karo yang direkrut menjadi karyawannya. Ini menepis sinyalemen susah kalau mempekerjakan orang-orang dari keluarga. Bapak yang filantropis ini membangun bisnis kabel dan memberi banyak donasi untuk berbagai kalangan. Ia juga memiliki relasi cukup luas baik dalam lingkup bisnis maupun sosial.

Penerbit: Kesaint Blanc
Penulis: Drs Tridah Bangun
Tahun: 1995
Halaman: 310 + photo 17 halaman
ISBN:979-593-112-1

Otobiografi N.J. Sembiring


Sarjana Farmasi ini pernah menjabat sebagai pembatu Dekan di Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus Jakarta. Sejalan dengan dinas sebagai dosen ia juga membangun usaha bumbu giling yang kemudian berkembang dan mambangun parik usaha bumbu. Selain aktif di dunia kampus beliau juga aktif di kegiatan sosial keagamaan, sosial dan budaya khususnya Karo.

Penerbit: Pustaka Sora Mido
Penulis: Sedia Willing Barus
Tahun: Maret 2004
Halaman: 362
ISBN: 979-97064-3-2

Piso Surit


Djaga Depari salah seorang seniman besar di kalangan masyarakat Karo. Hidup dimasa kolonial, ia lihai memaikan biola dan piawai menuliskan lirik lagu. Banyak karyanya tetap menjadi populer di tengah masyarakat hingga saat ini. Hal itu juga membuat seorang Guru Besar Linguistik dari IKIP Bandung Prof Hendry G. Tarigan rela bersusah payah mengumpulkan karya-karya Djaga Depari sampai ke Leiden. Akhirnya, selama 10 tahun terkumpul 160 karya baik berupa puisi dan syair lagu kesemuanya dalam bahasa Karo. Di dalam buku ini semua ditulis ulang karya-karya Djaga Depari dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Penerbit: Yayasan Merga Silima
Percetakan: Kesaint Blanc
Penulis: Prof. DR. Hendry Guntur Tarigan
Tahun: 1990
Halaman: 347
Kategori: Sastra

375 Ndung-dungen Karo



Ndung-dungen dalam bahasa Karo berarti pantun, merupakan sastra yang mulai langka di tengah-tengah masyarakat Karo sendiri. Sastra-sastra Karo tempo dulu ada persamaan dengan Melayu, sering diungkapkan sesuatu hal melalui pantun. Buku yang ditulis oleh seorang Pastor ini memuat 375 buah pantun. Ada yang sering didengar di acara-acara ada adat, namun banyak juga yang terasa baru dibaca. Seperti yang satu ini.

Batang buluh belah itaka
Buluh belangke cinepen nggurisa
Arus terbeluh ncibalken kata
Cakap medate ntabeh megisa

Penerbit: Gorga Media
Penulis: P Angelo PK Purba OFM Cap.
Tahun: 2007
Halaman: 85
ISBN : 979-3273-15-1

Tedeh-tedeh Perukuren



Tedeh-tedeh Perukuren salah satu cerita Karo yang ditulis dalam bahasa Karo dan diterjemahkan ke dalam baha Indonesia pada bagian kedua. Setting cerita diambil pada tempo doeloe, bagaimana seorang Tarigan Mergana hendak mengawinkan anaknya, namun apa daya apa daya impalnya si beru Karo memang kurang menarik dihati anak Tarigan Mergana. Bahtera rumah-tangga mulai goyah, akhirnya Anak Tarigan Mergana jatuh ke lembah kekelaman dan dunia perjudian si mekelek. Tapi si Beru Karo memang wanita impian yang sulit dicari tandingannya. Tentu isi cerita ini penuh dengan pesan moral bagi pembacanya.

Penerbit: Yayasan Merga Silima
Dicetak : Kesain Blanc
Penulis: Prof. DR Hendry Guntur Tarigan
Tahun: 1989
Halaman: 155

Telu Turi-turin Karo



Menulis cerita Karo itu menjadi hal biasa, namun bagaimana jika orang Belanda melakukannya. Inilah yang dibuat dua orang missionaris ketika melayani di dataran Tinggi Karo di awal tahun 1900-an. Selain mempelajari bahasa dan budaya Karo, mereka juga menulis sastra Karo. Meint Joustra dan J.H. Neumann merupakan penulis produktif tentang Karo di masa kolonial, baik di media lokal maupun majalah di negeri Kincir Angin tempo itu. Ada tiga cerita dalam buku ini, tulisan Joustra ada dua yakni: Anak Karo Mergana dan Dunda Ketakuten. Sedangkan satu cerita Neumann berjudul Si Beru Rengga Kuning. Tentu semua cerita ini mengambil setting Karo jaman dulu.

Penerbit: Yayasan Mejuah-juah
Tahun Dicetak: 2001
Halaman: 95

Turi-Turin Beru Ginting Sope Mbelin



Turi-turin Beru Ginting Sope Mbelin merupakan sebuah folklore yang mengambil setting orang Karo tempo doeloe. Tokoh-tokoh Beru Ginting, Datuk Rumbia Gande, Karo Mergana, Sibayak dsb menggambarkan nama-nama yang sangat lekat dengan orang Karo pra kolonial. Isi cerita memberikan muatan pesan moral dengan alur cerita happy ending.

Penerbit : Yayasan Merga Silima
Percetakan : Kesaint Blanc
Penulis : Prof Henry Guntur Tarigan
Tahun : 1990
Halaman :174

Selasa, 12 Januari 2010

Cerpen Karo Mergana


Buku ini merupakan kumpulan tujuh cerita pendek yang pernah dimuat di Buletin Piso Surit 1970-1980, ditulis oleh lima orang merga Karo-Karo, yakni: Maruli Sitepu, T. Leo Gurusinga, Sehat Karo-Karo, Abdi Sinuhaji, dan Ngukumi Barus. Isi cerita umumnya mengenai kisah tentang muda-mudi, seperti: Cekala Pekepar Lau, Oh, Saripah, Bulan Desember Si La Terlupaken, Bunga Ncole Duru Embang, Penggaya Sada Mercy. Sementara Cerpen Ngukumi Barus mengambil setting tempoe doloe dengan judul Pa Senggayah Milih Kelana dan Si Belin Ciken ras Perburu Pitu Senina.


Penerbit : Yayasan Mejuah-juah, Jakarta
ISBN : 97998530-0-1
Tahun : 2004
Halaman : 60

Sejarah RS Kusta Lau Simomo


Buku ini memaparkan sejarah Rumah Sakit Kusta Lau Simomo yang diprakarsai oleh missionaris Pdt E.J. Van Den Berg tahun 1906-1912. Siapa saja yang pernah melayani di sana, dan bagaimana dinamika perkembangannya. Kisahnya dirunut mulai sejak awal bagaimana banyaknya penderita kusta di dataran tinggi Karo, hingga pergumulan-pergumulan yang dihadapi sampai Sidang Sinode XIX tahun 1966.

Penerbit: Biro Partisipasi Pembangunan Moderamen GBKP
Penulis: Dkn Em. P. Sinuraya
Tahun: Mei 2000
Halaman: 132

Kehadiran Injil Kerajaan Allah Membaharui Adat/Budaya dan Kehidupan Suku Karo - Indonesia



Buku ini ditulis oleh seorang veteran perang kemerdekaan, yang juga banyak bergelut dalam organisasi gereja GBKP. Fokus permasalahan meluas yang mulai dari Asal-muasal Manusia, Sejarah Suku Karo, Adat Karo, Cara Mendirikan Rumah, Perang, Zending, Agresi Belanda di Tanah Karo dst. Meski buku ini bukan kajian ilmiah, namun sebagai seorang veteran dan pemerhati adat sedikit banyaknya memberi informasi yang cukup baik.

Penerbit : Expo Sentana, Medan
Tahun : 2000
Penulis : Sempa Sitepu
Halaman : 333

Perkembangan GBKP Pondok Gede



Buku ini merupakan rangkaian sejarah awal mula-mula terbentuknya jemaat GBKP di Pondok Gede, Jakarta Timur. Ditulis oleh Pdt E.P. Sembiring yang bertepatan pada ulang tahun gereja ini yang ke 27 pada tahun 2008. Isinya merupakan peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak awal hingga sampai buku ini diterbitkan. Disamping tulisan beberapa jemaat dan pendeta, buku ini juga dimuat photo-photo menyangkut perkembangan gereja ini.

Penerbit : Pustaka Sora Mido
Penulis : Pdt E.P. Sembiring
Halaman : 157

Buku Katekisasi GBKP



Buku Katekisasi GBKP merupakan acuan dalam memberikan materi pelajaran bagi calon jemaat GBKP yang akan angkat sidi (ngawan). Isi buku ini terdiri dari enam bab, masing-masing adalah tentang ALLAH, CIPTAAN, ALKITAB, MANUSIA, GEREJA, dan IBADAH. Semua materi tersebut dibagi kedalam 52 kali pertemuan/pengajaran, setelah itu baru seseorang akan melakukan angkat sidi.

Penerbit : Moderamen GBKP
Halaman : 213
Kontak : (0628) 20466